Apakah Tekhnologi itu menguntungkan? Atau malah merugikan?
Coba kita lihat tekhnologi yang ada di sekitar kita, memang tekhnologi akan mempermudah kerja manusia dan juga mempercepat kerja agar lebih hemat waktu, tempat dan bahkan tenaga manusia yang dibutuhkan tetapi ada juga tekhnologi yang dapat menurunkan nilai etika tradisional. Nah, kali ini akan kita berikan contoh perubahan proses bisnis ataupun sosial akibat tekhnologi yang melunturkan nilai etika tradisional.
Yang pertama, adanya suatu tekhnologi dalam permainan virtual yang sering disebut video game. Tekhnologi ini memberikan suatu model permainan yang asyik, menghibur dengan alat berupa video casette yang berisi beberapa jenis permainan dengan stick ataupun tombol yang dihubungkan pada monitor. Beberapa produsen yang menciptakan tekhnologi permainan tersebut memang sengaja memberikan kesenangan kepada konsumennya dengan beberapa permainan yang menarik sehingga dapat memberikan efek ketagihan khususnya pada anak-anak. Hal ini sangat jelas kita lihat perubahan sosial yang ada pada generasi penerus bangsa yaitu anak-anak yang dahulu belum mengenal adanya video game itu biasa bermain permaianan tradisional bersama. Setelah ada tekhnolagi itu, anak-anak lebih asyik dengan video game-nya dan bahkan belajar pun malas.
Yang kedua, adanya tekhnologi di internet yang sering kita sebut jejaring sosial misalnya: facebook, twitter. Jejaring sosial itu memberikan layanan yang dapat menghubungkan satu orang dengan banyak orang dalam satu lingkup di internet. Hal yang jelas kita lihat adanya penurunan nilai etika yaitu silaturahim dan bersosial. Jika dahulu sebelum adanya jejaring sosial tersebut, orang akan senang dengan bertatap muka langsung dengan orang yang dikehendaki tetapi dengan adanya tekhnologi itu orang lebih senang melalui jejrang sosial tersebut. Terkadang pada suatu perkumpulan orang, mereka tidak mengobrol satu sama lain seperti yang dilakukan orang jaman dahulu tetapi mereka sibuk sendiri. Fisik mereka memang sama-sama berada di suatu tempat, tetapi konsentrasi dan pikiran mereka berada ditempat lain, tenggelam dalam dunianya masing-masing dengan meng-update status. (by: Andi HS)
